TOXIC RELATIONSHIP
Yang banyak tidak disadari di awal hubungan
Ditulis Oleh : Saryani
Toxic relationship adalah hubungan yang tidak sehat di mana salah satu atau kedua belah pihak mengalami kerusakan emosional, mental, atau bahkan fisik. Hubungan ini seringkali ditandai dengan perilaku yang tidak seimbang, tidak adil, dan tidak menghormati.
Beberapa ciri-ciri toxic relationship adalah:
- Kontrol dan manipulasi: Salah satu pihak mencoba mengontrol atau memanipulasi pihak lain untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
- Kekerasan emosional: Salah satu pihak melakukan kekerasan emosional, seperti menghina, mengkritik, atau membuat pihak lain merasa tidak berharga.
- Kekerasan fisik: Salah satu pihak melakukan kekerasan fisik, seperti memukul, menendang, atau melakukan tindakan kekerasan lainnya.
- Tidak ada komunikasi yang sehat: Komunikasi antara kedua belah pihak tidak sehat, seperti tidak ada komunikasi yang terbuka, tidak ada kesepakatan, atau tidak ada penyelesaian konflik yang efektif.
- Ketergantungan: Salah satu pihak sangat tergantung pada pihak lain, sehingga mereka tidak bisa hidup tanpa pihak lain.
- Tidak ada ruang pribadi: Salah satu pihak tidak menghormati ruang pribadi pihak lain, seperti memeriksa ponsel atau email tanpa izin.
- Gaslighting: Salah satu pihak membuat pihak lain mempertanyakan kenyataan atau memori mereka.
Toxic relationship dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, orientasi seksual, atau latar belakang sosial. Penting untuk mengenali tanda-tanda toxic relationship dan mencari bantuan jika Anda merasa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.Orang toxic seringkali tidak terlihat di awal hubungan karena mereka biasanya memiliki kemampuan untuk menyembunyikan sifat-sifat negatif mereka dan menampilkan diri sebagai orang yang baik dan menarik. Berikut beberapa alasan mengapa di awal hubungan banyak orang tidak menyadarinya :
- Manipulasi: Orang toxic seringkali memiliki kemampuan manipulasi yang baik, sehingga mereka dapat menyembunyikan sifat-sifat negatif mereka dan menampilkan diri sebagai orang yang baik.
- Pencitraan: Orang toxic seringkali memiliki pencitraan yang baik, sehingga mereka dapat menampilkan diri sebagai orang yang sukses, baik, dan menarik.
- Kontrol: Orang toxic seringkali memiliki kebutuhan untuk mengontrol orang lain, sehingga mereka dapat menyembunyikan sifat-sifat negatif mereka dan menampilkan diri sebagai orang yang baik untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.
- Gaslighting: Orang toxic seringkali menggunakan gaslighting, yaitu teknik manipulasi yang membuat orang lain mempertanyakan kenyataan atau memori mereka, sehingga mereka dapat menyembunyikan sifat-sifat negatif mereka.
- Fase "honeymoon": Di awal hubungan, orang toxic seringkali menampilkan diri sebagai orang yang baik dan menarik, sehingga orang lain dapat merasa seperti mereka telah menemukan pasangan yang ideal.
Namun, seiring waktu, sifat-sifat negatif orang toxic akan mulai muncul, dan orang lain dapat mulai melihat tanda-tanda peringatan bahwa mereka berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Beberapa tanda-tanda peringatan bahwa seseorang mungkin toxic adalah:
- Mereka terlalu cepat dalam hubungan
- Mereka terlalu fokus pada diri sendiri
- Mereka tidak menghormati batasan
- Mereka memiliki perilaku yang tidak seimbang
- Mereka membuat Anda merasa tidak nyaman atau tidak aman
Apakah Orang toxic dapat berubah?
Orang toxic mungkin menyadari sifatnya, tetapi tidak semua orang toxic dapat berubah. Beberapa orang toxic mungkin:
- Menyadari sifatnya: Beberapa orang toxic mungkin menyadari bahwa mereka memiliki sifat-sifat negatif, tetapi mereka tidak ingin berubah karena mereka merasa bahwa itu adalah bagian dari diri mereka.
- Tidak menyadari sifatnya: Beberapa orang toxic mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki sifat-sifat negatif, karena mereka telah menjadi kebiasaan atau karena mereka tidak memiliki kesadaran diri yang baik.
- Tidak ingin berubah: Beberapa orang toxic mungkin menyadari bahwa mereka memiliki sifat-sifat negatif, tetapi mereka tidak ingin berubah karena mereka merasa bahwa itu tidak perlu atau karena mereka tidak ingin kehilangan kontrol atas orang lain.
Namun, ada beberapa orang toxic yang dapat berubah, tetapi itu memerlukan:
- Kesadaran diri: Orang toxic harus menyadari bahwa mereka memiliki sifat-sifat negatif dan ingin berubah.
- Motivasi: Orang toxic harus memiliki motivasi yang kuat untuk berubah dan memperbaiki diri.
- Bantuan profesional: Orang toxic mungkin memerlukan bantuan profesional, seperti terapi atau konseling, untuk membantu mereka mengatasi sifat-sifat negatif mereka.
- Kerja keras: Orang toxic harus bekerja keras untuk mengubah diri dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.
Namun, perlu diingat bahwa:
- Anda tidak dapat mengubah orang lain: Anda tidak dapat mengubah orang lain, hanya mereka sendiri yang dapat berubah.
- Anda tidak bertanggung jawab atas perubahan mereka: Anda tidak bertanggung jawab atas perubahan orang lain, hanya diri sendiri yang dapat bertanggung jawab atas perubahan diri.
- Anda berhak untuk melindungi diri: Anda berhak untuk melindungi diri dari orang toxic dan mencari hubungan yang sehat dan positif.
Menyikapi ancaman dari orang toxic dapat menjadi sangat menantang, tetapi ada beberapa cara yang dapat membantu:
- Tetap tenang: Tetap tenang dan tidak membiarkan emosi Anda mengambil alih.
- Tidak bereaksi: Tidak bereaksi terhadap ancaman mereka, karena itu dapat memperburuk situasi.
- Tidak mengambil secara pribadi: Tidak mengambil ancaman mereka secara pribadi, karena itu bukan tentang Anda, tetapi tentang mereka sendiri.
- Mencari dukungan: Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental.
- Mengatur batasan: Mengatur batasan yang jelas dengan orang toxic dan tidak membiarkan mereka melanggar batasan tersebut.
- Tidak berkomunikasi: Tidak berkomunikasi dengan orang toxic jika memungkinkan, atau membatasi komunikasi hanya pada hal-hal yang penting.
- Mencari bantuan hukum: Mencari bantuan hukum jika ancaman mereka menjadi serius atau mengancam keselamatan Anda.
- Mengingat bahwa Anda tidak sendirian: Mengingat bahwa Anda tidak sendirian dan ada orang lain yang dapat membantu Anda.
Memang tidak mudah untuk menyadari ataupun mengenali apakah kita sedang bersama orang yang toxic atau tidak, karena seringkali menyadarinya ketika sudah merasa bingung, terjebak dan sulit terlepas dari hubungan/ orang tersebut. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu kita untuk lebih waspada dalam menjalin hubungan, dan jika anda sedang menjalani hubungan toxic dapat segera mengambil langkah untuk bisa melepaskan diri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar